Kesuburan sangat berkaitan dengan waktu! Bukan hanya soal usia, tetapi juga soal menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan intim.

Menghitung masa subur dapat membantu para ibu menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan intim jika sedang berusaha hamil.

Kapan masa subur ibu?

Secara teori, hanya ada waktu singkat bagi seorang wanita untuk bisa hamil, yaitu masa ovulasi. Mengetahui kapan Moms mengalami ovulasi merupakan kunci untuk melacak masa subur Moms dan menentukan waktu terbaik untuk hamil.

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur yang sudah matang dari ovarium. Sel telur tersebut kemudian bergerak menuju saluran tuba untuk dibuahi. Jika sperma berada di saluran tuba saat sel telur dilepaskan, kemungkinan besar sel telur tersebut akan dibuahi sehingga menghasilkan embrio yang dapat berkembang menjadi bayi.

Bagi kebanyakan orang, cara termudah untuk mengetahui kapan waktu ovulasi adalah dengan mencatat siklus menstruasi di kalender. Ovulasi biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi dimulai.

Untuk menentukan hari-hari paling subur, Moms hanya perlu sedikit perhitungan. Jika siklus Moms biasanya 21 hari, kemungkinan besar Moms akan mengalami ovulasi sekitar hari ke-7. Jika siklus Moms lebih panjang, yaitu 35 hari, Moms akan mengalami ovulasi sekitar hari ke-21. Jika siklus Moms berkisar antara 26 dan 28 hari, maka ovulasi terjadi antara hari ke-12 dan ke-14.

Untuk mengetahui lamanya siklus menstruasi Moms, catatlah hari pertama menstruasi (hari ke-1), sedangkan hari terakhir siklus adalah hari sebelum menstruasi berikutnya dimulai.

Berhubungan intim sedekat mungkin dengan waktu ovulasi dapat meningkatkan kemungkinan hamil. Untuk peluang kehamilan yang optimal, para ibu sebaiknya berhubungan intim setiap hari atau dua hari sekali selama:

  • Lima hari menjelang ovulasi, kemungkinan kehamilannya sekitar 10 persen
  • Hari ovulasi, peluang kehamilan sekitar 30 persen

Berikut beberapa tanda bahwa Moms sedang mengalami ovulasi:

Meningkatnya Gairah Seksual

Bagi sebagian orang, gairah seksual meningkat seiring mendekatnya masa ovulasi. Beberapa pria bahkan berpendapat bahwa wanita terlihat lebih menarik pada periode ini.

Lendir Serviks

Tanda ovulasi yang mudah dikenali adalah adanya lendir di leher rahim. Biasanya, pada masa subur, lendir ini menyerupai putih telur. Lendir ini membantu sperma berenang menuju rahim untuk bertemu sel telur, sehingga meningkatkan peluang keberhasilan pembuahan.

Selain tanda-tanda tersebut, beberapa wanita mungkin mengalami gejala lain seperti nyeri payudara, kram perut ringan, atau perubahan posisi leher rahim.

Jika Moms berusia di bawah 35 tahun dan telah berusaha hamil selama lebih dari setahun, atau jika Moms berusia di atas 35 tahun dan telah berusaha selama enam bulan, mungkin inilah saatnya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Tertarik untuk berbagi informasi seputar kesuburan dan program kehamilan lainnya? Jangan lupa untuk membagikan artikel ini!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *